Jangan Bermain-Main Petasan Dan Meriaman Karena Ancaman Pidana

By Ratno Timur 25 Apr 2022, 14:57:27 WIB Daerah
Jangan Bermain-Main Petasan Dan Meriaman Karena Ancaman Pidana

 Amacomedia.com.Martapura - Pada bulan Ramadhan saat ini, banyak orang berlomba-lomba untuk memproduksi, memperdagangkan, dan setelah mercon atau petasan selesai sholat tarawih. Mulai anak-anak kecil hingga orang dewasa yang tujuan awalnya hanya ingin bermain petasan. Kita tahu bahwa banyak bahaya yang mengintai disekitar kita karena bahan yang digunakan dalam pembuatan mercon ini sangat berbahaya. Kami dari Kepolisian Resor Banjar Tahun sering kali memberi himbauan agar masyarakat jangan mencoba untuk memperdagangkan menampilkan setiap mercon dengan alasan keamanan. Tetapi masyarakat menganggap sebuah himbauan tersebut hanya sebuah kata-kata yang tidak perlu dijalankan asalkan mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan tanpa melihat bahaya-bahaya yang timbul dari barang dagangannya.Oleh sebab itu, kami dari pihak Kepolisian Resor Banjar menegaskan siapa pun yang menjual atau menggunakan petasan bakal dijerat hukuman. Penggunaan Petasan tanpa toleransi karena Petasan itu dikeluarkan ledakan. Ketika kembang api masih diberi toleransi karena mengeluarkan api, tetapi jika

sampai menimbulkan dampak yang negatif di tengah masyarakat, *Pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.*

Berikut ini ancaman pidana yang dapat mengancam penjual bahkan pengguna petasan yakni :

Baca Lainnya :

1. Pasal 1 ayat (1) UU No.12/DRT/1951 yang mengatur :

“Barangsiapa, yang tanpa hak masukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba

memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa,

memiliki persediaan atau memiliki dalam miliknya, menyimpan,

mengambil, mengungkapkan, mengeluarkan atau mengeluarkan dari Indonesia

sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati

atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara penjara setinggi-tingginya

dua puluh tahun.”

2. Pasal 187 KUHP yang mengatur:

“Barang siapa dengan sengaja memicu kebakaran, ledakan atau banjir, diancam:

1. Dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di

atas timbul bahaya umum bagi orang;

2. Dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut

di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain;

3. Dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua

puluh tahun, jika perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang

lain dan mengakibatkan orang mati.”


Jadi guys, selain menimbulkan bahaya untuk kita dan orang lain, kita juga dapat diancam pidana bagi penjual petasan serta pengguna petasan.


Pada kesempatan ini, kami kembali menghimbau dan menegaskan kepada warga masyarakat Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar dan sekitarnya, terutama yang berlokasi di sepanjang bantaran sungai Martapura, untuk tidak membuat dan meledakan meriaman, baik yang terbuat dari bahan bambu, batang nyiur maupun pipa besi yang dengan diameter kecil hingga besar, serta tidak menyimpan dan menggunakan karbit untuk membeli bahan peledak, karena melanggar hukum dan undang-undang tersebut diatas ( rtm)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment